GKY Sunter

Niat Hati Curhat dengan Pasangan. Eh, kenapa malah jadi berantem? Yuk, Kenali Pernyebabnya!

By. GI. Markus Boone

Walaupun laki-laki dan perempuan sama-sama manusia spesies yang sama, namun ternyata wanita dan pria memiliki perbedaan yang cukup signifikan dalam memahami dan menanggapi realitas.

 

Banyak wanita bingung dan jengkel, yaitu kenapa laki-laki malas sekali dengar cerita mereka. “Apa sih susahnya dengerin saya bicara?” Nah inilah contoh kecil tapi sebenarnya bisa jadi masalah besar dalam keluarga atau dalam pekerjaan. Dalam kehidupan sehari-hari, wanita cenderung mengucapkan kata-kata lebih banyak dari laki-laki, wanita memang lebih menikmati berbicara, karena dengan bercerita wanita dapat mengungkapkan perasaan dan mengekspresikan isi hatinya, dengan bercerita wanita lebih bahagia.

 

Menyuruh wanita diam sama dengan menyiksanya. Namun ada satu hal yang mesti dipahami oleh wanita, yaitu otak laki-laki merespon cerita wanita dengan berbeda.

 

Wanita suka bilang, “Kan aku cuma cerita, kenapa kamu sewot?” Bagi kaum wanita, cerita, gosip, ngobrol adalah suatu EKSPRESI. Tetapi bagi sebagian besar pria, mereka cenderung untuk mendengarkan cerita dari wanita (istri, pacar, anak cewek, saudara perempuan) sebagai PERSOALAN. Otak pria mulai berfungsi untuk menganalisa dan mencari solusi untuk cerita dari wanita. Ini contohnya, “Su (maksudnya Suami”), si koko tadi di sekolah jatuh loh karena didorong ama temennya. Ga ada guru yang lihat. Untung ada OB yang bantu kasi obat.” Si istri sebenarnya hanya suka untuk CERITA SAJA, si istri hanya ingin berbagi cerita. TAPI bagi suami pikirannya lain, biasanya suami akan jawab, “Wah gimana sih tuh guru, kok ga ada yang jaga anak-anak. Trus, siapa tuh nama temennya yang dorong? Harus dikasih tau tuh, laporin aja ke gurunya.” Jawaban ini karena laki-laki sedang mendengarkan PERSOALAN dan kemudian menganalisa dan kemudian mencari solusi untuk persoalan tersebut.

Nah kalau tidak saling paham, akhirnya komunikasi suami istri ini bukan jadi berkat, malah jadi kutuk, jadi masalah, jadi saling emosi, jadi saling merasa tidak dipahami dan saling melukai perasaan.

Nah setelah mengetahui hal ini dan inshaf maka bagaimana tindakan yang harus dilakukan?

  1. Terus ingatkan pasangan anda dan ingatkan diri anda terus menerus tentang perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Di pihak wanita bisa bilang ke suaminya, “Say, aq mau cerita nih. Cuma cerita ya, loe dengerin aza.” Di pihak lain, kalau wanita bercerita, maka anda sebagai laki-laki DENGARKAN SAJA, beri respon yang ringan tapi personal, misalkan sambil lihat mata sang pencerita kemudian katakan, “Oh, gitu ya kejadiannya. Lucu ya! Aduh kasihan! Gimana kondisi sekarang?”
  2. Salah satu pengorbanan istri adalah tahu kapan cerita dan kapan menahan diri untuk tidak cerita. Sedangkan laki-laki perlu tahu, jika istrinya sengaja untuk menahan diri tidak bercerita berarti dia sedang berkorban untuk suaminya agar tidak ketambahan beban pikiran. Sebagai suami yang baik, berarti kita tidak boleh menyia-nyiakan pengorbanan istri untuk menahan diri, jika sudah segar kembali, seorang suami yang baik akan berkata, “Hai istriku, bagaimana hari ini? Apa yang terjadi?”

Kalian masing-masing sudah menerima pemberian-pemberian yang berbeda-beda dari Allah. Sebab itu sebagai pengelola yang baik dari pemberian-pemberian Allah, hendaklah kalian menggunakan kemampuan itu untuk kepentingan bersama.

(1 Pet 4:10, BIS)

Add comment