GKY Sunter

PENGHIANATAN YUDAS

Selasa, 22 Maret 2016

Bacalah : Matius 26:14-16

14 A�A� Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.

15A� Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.

16A� Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

 

Renungkanlah:
  1. Kepada siapakah Yudas pergi menghadap? (ayat 14)
  2. Apakah bentuk kesepakatan antara Yudas dan imam-imam kepala? (ayat 15)
  3. Apakah yang dilakukan Yudas setelah terjadinya kesepakatan itu? (ayat16)

Ada pepatah yang mengatakan bahwa musuh tidak datang dari jauh tetapi adalah orang yang terkadang berjalan bersama kita. Demikianlah yang terjadi dengan Yudas, salah seorang murid Yesus. Yudas bergaul akrab dengan Yesus kurang lebih 31/2 tahun dan melihat bagaimana Yesus hidup sehari-hari dan melayani siapa saja yang datang kepada-Nya. Ia mendengar Yesus mengajar, menyembuhkan, membuat mujizat, dan lain-lain. Ia hadir saat Yesus tidak disukai orang Saduki, imam-imam Farisi, dan saat hendak dibunuh , saat Yesus susah, saat kelelahan dalam perjalanan, saat kehausan, dan lain-lain. Namun, semua itu tidak membuka hati dan mata Yudas dalam mengenal siapa Yesus sebenarnya. Hati yang keras dan tidak bertobat membuat kita a�?butaa�? melihat diri Yesus yang mengasihi kita. Yudas telah memutuskan membuat kesepakatan dan Alkitab mengatakan: a�?a�� mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesusa�? (ayat 16). Jadi, sejak kesepakatan itu ada, hati Yudas terus dipenuhi dengan niat jahat untuk menyerahkan Yesus.A� Ia tidak lagi menjadi pengikut Yesus, tetapi terus tekun merancang kejahatan.

Lakukanlah :

Marilah kita menjadi murid Yesus yang merespons kasih Yesus dengan benar dan tidak menolak Yesus dengan menghianati kasih-Nya. Jangan membiarkan hati kita dialihkan kepada hal-hal lain daripada kepada yesus.

Doa:

Mohon kepada Tuhan menguatkan kita untuk menjadi murid yang setia. Tidak gampang diombang-ambingkan dengan tawaran dari dunia dan dari si Iblis yang berusaha mempesona kita. Mohon Tuhan memberikan kita kekuatan mengikuti Dia sampai akhir hidup kita.