GKY Sunter

PERSIAPAN PENGUBURAN YESUS

 

Senin, 21 Maret 2016

Bacalah : Matius 26:6-13A�A�

6 A�A� Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,

7A� datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan.

8A� Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: “Untuk apa pemborosan ini?

9A� Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.”

10A� Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.

11A� Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.

12A� Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.

13A� Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”

 

Renungkanlah:
  1. Dimanakah Yesus ketika makan bersama murid-muridnya? (ayat 6)
  2. Siapakah yang datang tanpa diundang ke dalam rumah itu? (ayat 7)
  3. Apakah yang dilakukan perempuan itu yang membuat para undangan gusar dan dan resah atas perbuatannya? (ayat 7-8)

Sebelum Yesus menuju Salib, telah terjadi suatu peristiwa yang tidak akan dilupakan dan akan terus diberitakan di seluruh dunia. Peristiwa ini sangat besar bagi Yesus karena dilakukan seorang perempuan yang sebenarnya tidak tahu bahwa Ia akan mati di Salib dan akan dikuburkan. Tetapi bagi Yesus ini sebagai persiapan untuk penguburan-Nya. Persiapan itu adalah tercurahnya minyak wangi yang mahal sekali harganya ke tubuh Yesus (ay. 7 a�� ke kepala Yesus). Bagi murid-murid-Nya yang tidak mengerti hal ini, suatu pemborosan dan kesia-siaan, tetapi dari sudut pandang Yesus ini adalah perbuatan baik (ay. 10) dan perbuatan agung yang akan terus diingat sepanjang Injil diberitakan di seluruh dunia (ay.13). Manusia hanya melihat dari pikirannya yang terbatas tetapi Tuhan melihat perbuatan kita dari tujuan mulia Bapa atas Yesus yang mengalamiA� Pengurapan sebelum menuju Salib.

Lakukanlah :

Marilah melakukan perbuatan baik dan apa yang menjadi kehendak Bapa bagi kita. Perbuatan baik tidak menunggu pujian dan penghargaan orang lain. Fokus perbuatan baik hanyalah untuk Tuhan karena kita tidak tahu bahwa itu akan menjadi sesuatu yang agung di mata-nya.

Doa:

Mohon Tuhan memberikan kita kekuatan dan keteguhan saat kita melakukan perbuatan baik bagi Tuhan dan sesama. Jika disalah mengerti kita tidak menjadi kecewa dan marah atau berhenti melakukanny