GKY Sunter
https://defranklin.files.wordpress.com/2015/04/screen-shot-2015-04-20-at-4-43-59-am.png

RENCANA YANG TIDAK PERNAH GAGAL (Eksposisi Tokoh Yusuf part 2)

By. Pdt. Riand Yovindra

Bacaan: KEJADIAN 37:12-36

https://safeguardingtheeternal.files.wordpress.com/2013/12/miketz4.jpg
https://safeguardingtheeternal.files.wordpress.com/2013/12/miketz4.jpg

Yusuf yang masih belum memahami bahwa Allah memiliki rencana di dalam hidupnya.A� Mimpi yang dia peroleh dari Tuhanpun belum dia pahami.A� Hanya kita, pembaca Alkitab yang mengetahui rencana Allah melalui Yusuf.A� Tetapi Yusuf sendiri sama sekali belum mengetahuinya.A� Rencana Allah masih merupakan misteri baginya.

 

Dan kisah inipun dimulai, takala Yusuf, yang belum memahami rencana Allah dalam hidupnya diminta oleh ayahnya untuk pergi menemui kakak-kakaknya yang sedang menggembalakan domba di dekat Sikhem.A�A� Kebersediaan Yusuf untuk melaksakan perintah ayahnya memberikan sedikit catatan mengenai kepribadian Yusuf.

Pertama, kita bisa menduga Yusuf adalah seorang yang masih polos, mungkin karena dia masih terlalu muda.A� Di dalam kepolosannya, Yusuf sama sekali tidak menaruh curiga dan dugaan bahwa kakak-kakaknya akan berbuat jahat padanya.A� Padahal di perikop sebelumnya (Kej 37:1-11) Alkitab memberikan catatan yang sangat jelas bahwa kakak-kakanya membenci Yusuf dan berlaku tidak ramah terhadapnya.A� Kemungkinan

kedua, Yusuf adalah seorang yang tulus.A� Dia tahuA� kakak-kakaknya membenci dirinya, tetapi dia tidak mau menaruh perkara itu di dalam hati.A� Tidak ada kebencian, dendam, amarah apalagi kecurigaan di hati Yusuf terhadap kakak-kakaknya.A� Dan itu juga yang membuat Yusuf langsung mengatakan ya, tanpa ada pertimbangan dan keberatan terhadap perintah ayahnya.

Sebaliknya, Kakak-kakak Yusuf yang masih menyimpan rasa benci dan iri di dalam hati mereka.A� Dan ketika mereka melihat Yusuf dari kejauhan maka mereka tidak lagi melihat sang adik yang harus mereka kasihi melainkan mereka melihat sebuah kesempatan untuk melampiaskan isi hati dan kebencian mereka terhadap Yusuf.A� Kita bisa ibaratkan mereka seperti singa yang memandang mangsanya bukan dengan rasa lapar tetapi dengan hasrat untuk menghancurkan.

Sebuah pembelajaran penting yang kita dapatkan dari kelakuan kakak-kakak Yusuf.A� Bila hati kita masih dipenuhi kejahatan maka lambat laun kejahatan tersebut akan berjumpa dengan kesempatan untuk mewujudkannya dalam perbuatan.A� Bila kita tidak menyadari dan berhati-hati akan hal ini maka kita sudah dekat dengan kejatuhan.A� Waspadalah akan hal ini.A� Jangan pernah berpikir kita kuat dalam hal ini.A� Selama kita memiliki emosi maka kita lemah dalam hal ini.

Apa yang dilakukan oleh kakak-kakak Yusuf A�adalah jahat.A� Mereka bermufakat A�untuk menghabisi Yusuf. A�Pemufakatan ini adalah bukti bahwa kebencian mereka kepada Yusuf sangatlah besar.A� Mereka sudah tidak peduli lagi bahwa Yusuf adalah adik mereka.A� Di sinilah kita melihat sebuah contoh nyata bahwa kebencian bisa mengalahkan akal sehat.A� Ketika kita benci pada seseorang maka kita tidak bisa melihat orang tersebut secara jernih.A� Apapun yang dilakukan oleh orang tersebut, walaupun yang dilakukannya adalah benar maka kebencian kitalah yang akan muncul.A� Sebaliknya, jikalau kita berhadapan dengan orang yang sedang membenci kita maka kita harus menyadari hal ini.A� Apapun yang kita perbuat kepada orang tersebut, termasuk perbuatan yang baik dan tulus akan ditanggapi dengan kebencian oleh orang tersebut.

Pemufakatan jahat yang didasari oleh kebencian ini akan menjadi kenyataan bila tidak dihentikan.A� Dan berdasarkan situasi tersebut maka Yusuf adalah sosok yang akan binasa diusia muda.A� Bila Yusuf binasa maka diatas kertas kertas rencana Allah agar dia pergi ke Mesir gagal total.A� Persis seperti yang dikatakan oleh kakak-kakaknya “a��A� marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini,A� a��A� Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!” (ay. 20).A� Tetapi kedaulatan dan kuasa Tuhan atas rencanaNya berada diatas rencana dan usaha manusia. Firman Tuhan mengatakan a�?TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa; tetapi rencana TUHAN tetapA� selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.a�? (Mazmur 33:10-11).A� Manusia boleh merencanakan sesuatu tetapi rencana tersebut tidaklah pernah bisa menggagalkan rencana Allah.

 

RENCANA ALLAH DIATAS RENCANA MANUSIA

http://wapannuri.com/_image/kepemimpinan/yusuf-dijual-saudaranya.jpg

Ketika rencana kakak-kakak Yusuf untuk membunuh Yusuf boleh dikatakan hampir berhasil.A� Maka Tuhan menggagalkan rencana tersebut.A� Tuhan memakai Ruben dan Yehuda untuk membatalkan hal ini. A�Pertama, Ruben, sebagai kakak paling besar tentunya didorong oleh rasa tanggung jawab yang besar terhadap adik-adiknya mencegah agar tidak ada pertumpahan darah di sana.A� Dari mana pemikiran Ruben ini jikalau bukan dari Tuhan? Tuhanlah yang menanamkan rasa ini kepada Ruben sehingga rencana pembunuhanpun akhirnya dibatalkan dan diganti dengan pembuangan Yusuf kedalam sumur yang tidak berair.A� A�A�Kedua, Tuhan memakai Yehuda untuk memunculkan sebuah ide yang lebih “menguntungkan” yaitu menjual Yusuf. A�Yehuda mengatakan kepada saudara-saudaranya, “Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya? Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita.” persis setelah mereka melihat kafilah Ismael datang dari Gilead dan melintasi tempat mereka beristirahat untuk makan.A� Dari mana pemikiran itu? Dan mengapa bertepatan dengan rombongan kafilah Ismael yang sedang melakukan perjalanan ke Mesir? Kalau bukan Tuhan yang mengaturnya, siapa lagi?A�Manusia boleh mengatakan bahwa ini adalah suatu kebetulan tetapi tidak ada yang namanya kebetulan di tangan Tuhan.

Tuhan adalah Tuhan yang berdaulat atas rencanaNya.A�
Kedaulatan Tuhan tidaklah bisa diubah oleh manusia ataupun kekuatan lain diluar diriNya.A�
Tidak ada kekuatan yang sanggup mengubah dan mengalahkan kekuatan Tuhan.A�
Tuhan itu berdaulat dan Mahakuasa.A�
Jikalau ada yang bisa mengubah kedaulatan Tuhan maka Tuhan bukanlah Tuhan yang maha Kuasa, dan itu pasti bukan Tuhan.

Kedaulatan Tuhan sangat nyata di dalam kisah ini.A� Kedaulatan Tuhan itu jauh berada diatas hitung-hitungan matematis manusia.A� Dalam hitungan matematis tentulah Yusuf binasa.A� Seperti yang dikatakan diatas bahwa Yusuf diibaratkan seperti domba yang berada dihadapan singa yang bukan hanya lapar tetapi memiliki nafsu untuk membunuh dan menghancurkan.A� Tetapi apa yang terjadi? Rencana Tuhan melalui hidup Yusuf tidak dapat digagalkan oleh manusia.A� Ketika Tuhan memiliki rencana maka rencana tersebut berada di dalam kedaulatan-Nya.A� Dan Allah pasti membuat rencana-Nya tersebut berhasil.

 

MESIR: AKU TIBA

http://www.osoris.com/package/rome-city-tour/
http://www.osoris.com/package/rome-city-tour/

Perikop ini ditutup dengan pernyataan a�?Adapun Yusuf,A� ia dijual oleh orang MidianA�A� itu ke Mesira�?.A�A�A� Kata Mesir, selain menjadi sebuah jembatan untuk kisah berikutnya, sekaligus menjadi sebuah pernyataan bahwa Mesir yang adalah negara tujuan, dimana Tuhan akan mewujudkan rencana-Nya melalui Yusuf.A� Dan seandainya Yusuf sudah mengetahui rencana Tuhan sebelumnya maka pastilah dia akan berkata dengan penuh semangat a�?Mesir! Aku tiba!a�?.

Pertanyaan bagi kita adalah “Mengapa Tuhan memilih membawa Yusuf ke Mesir melalui kejahatan dan kebencian kakak-kakaknya?” Mengapa Tuhan tidak memakai cara yang lain seperti Yusuf pergi berdagang ke Mesir atau Yusuf melanjutkan studi ke Mesir? Tentu bukan tidak ada maksud Tuhan memilih cara ini.A� Salah satu maksudnya adalah seperti yang sudah kita bahas panjang lebar diatas, yaitu untuk menunjukan bahwa rencana Tuhan tidak bisa digagalkan oleh manusia bahkan oleh kejahatan manusia sekalipun.

Sekarang, bagaimana kita bersikap? Kita memang tidak pernah tahu apa rencana Tuhan dalam kehidupan kita tetapi satu hal yang harus kita percaya adalah rancangan Tuhan itu tidak pernah gagal.A� Dan bila Tuhan berkata a�?Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancanganA�A� apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahteraA� dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapana�? (Yeremia 29:11) maka sikap percaya atau berimanlah yang perlu kita kembangkan, termasuk saat kita sedang berada ditengah kesulitan dimana kita tidak dapat melihat adanya pertolongan Tuhan disana.A� Kita perlu percaya bahwa Tuhan memiliki rencana yang tidak pernah gagal.

https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/736x/94/fb/56/94fb56df495c97d347180e898ae6813f.jpg