GKY Sunter

Renungan 3: Melawan Tekanan Lingkungan (Nuh)

 

Bacalah Kejadian 6:5-18; 2 Petrus 2:5

6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan bA� manusia besar 1A� di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, cA� 6:6 maka menyesallah dA� TUHAN 2A�, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. 6:7 Berfirmanlah TUHAN: “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, eA� baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka. fA�6:8 Tetapi Nuh gA� mendapat kasih karunia di mata TUHAN. hA�

Riwayat Nuh

6:9 Inilah riwayat iA� Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela jA� di antara orang-orang 3A�sezamannya; kA� dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. lA� 6:10 Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem,mA� Ham dan Yafet. nA� 6:11 Adapun bumi itu telah rusak oA� di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. pA� 6:12Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak qA� benar, sebab semua manusia menjalankan hidup rA� yang rusak di bumi. 6:13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: “Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan sA� mereka bersama-sama dengan bumi. tA� 6:14 Buatlah bagimu sebuah bahtera 4A� uA� dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal vA� dari luar dan dari dalam. 6:15 Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya. 6:16 Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas. 6:17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah wA� meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa. xA� 6:18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku 5A�, yA� dan engkau akan masuk ke dalam bahtera zA� itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.

Renungkanlah:

  1. Berbuat baik dan benar dalam lingkungan yang baik itu tidak terlalu sukar, tetapi berbuat baik dan benar dalam lingkungan yang jahat itu sangat sulit. Sekalipun demikian, Nuh sanggup untuk hidup benar dalam lingkungan yang jahat (Kejadian 6:5-9). Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda berani menentang arus seperti Nuh?
  2. Nuh adalah pemberita kebenaran (2 Petrus 2:5). Hal ini berarti bahwa saat membangun bahtera, Nuh juga menyerukan kepada orang-orang yang hidup pada zaman itu untuk bertobat dari dosa mereka, padahal kita tahu bahwa tidak ada orang yang menghiraukan berita yang disampaikan Nuh tersebut, sehingga hanya Nuh dan keluarganya yang lolos dari hukuman Allah. Apakah Anda berani menyampaikan kebenaran firman Allah kepada orang-orang yang berinteraksi dengan diri Anda?

Orang percaya telah dilepaskan dari hukuman dosa, tetapi belum dibebaskan dari godaan dosa dan tekanan lingkungan yang berdosa. Oleh karena itu, saat kita berusaha untuk hidup benar sesuai dengan firman Allah, dan saat kita ingin bertindak sebagai saksi Kristus yang memberitakan kebenaran, tidak mengherankan bila kita menghadapi tantangan, ancaman, penolakan, atau ejekan dari lingkungan yang kita masuki. Dalam kondisi semacam itu, kita harus selalu mengingat akan Tuhan Yesus yang sudah lebih dulu menderita untuk menebus dosa kita (Ibrani 12:3). Kita harus memandang semua tantangan yang kita hadapi itu sebagai sarana yang dipakai Tuhan untuk mendewasakan kerohanian kita.

 

Lakukanlah: Apakah Anda bisa mengingat tantangan dari lingkungan Anda yang muncul saat Anda berusaha untuk hidup sesuai dengan firman Allah? Bila Anda, tuliskanlah tantangan tersebut dan bawalah dalam doa agar Anda sanggup mengatasi tantangan tersebut.

 

Berdoalah: Tuhan, tolonglah saya untuk setia melakukan kehendak-Mu sekalipun hal itu berarti bahwa saya harus bertentangan dengan pendapat dari lingkungan saya. (Bila ada tantangan khusus yang sedang Anda hadapi, bawalah kepada Tuhan dalam doa.