GKY Sunter

Semua adalah Baik di dalam Tuhan

By. Jimmy Cahyadi
John Maxwell pernah mengarang sebuah buku berjudul : a�?Sometimes We Win Sometimes We Learna�?(di belakang kata a�?learna�? ada kata a�?faila�? yang dicoret). Judul yang luar biasa bukan? Dari judul itu saya mendapatkan kesan bahwa dalam hidup ini tidak ada kata gagal. Semua kalau tidak/belum berhasil adalah suatu pelajaran. Jadi kemungkinannya ada 2 untuk suatu yang kita lakukan yaitu berhasil(win) atau kalau belum berhasil (win) maka itu adalah belajar (learn)A�atau sebuah pelajaran. Jadi sesungguhnya tidak ada pengalaman negatif dalam hidup ini, semua adalah pengalaman positif yaitu kalau tidak/ belum berhasil ya suatu pelajaran. Judul yang luar biasa. Sungguh judul yang sangat positif dalam memandang dan menjalani hidup ini.

Maxwell_SometimeYouWin_HC__17982_zoom__68600

Saya mengamini judul dari buku John Maxwell tersebut. Terlebih lagi dalam hidup kita orang percaya. Roma 8: 28-29 berkata : “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.A�Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”

Ayat ini mengajarkan kepada saya paling tidak 2 hal :

in the hand of God

1. Tidak ada yang negatif dalam hidup orang percaya. Semua adalah pengalaman positif. Jika kita mengalami kegagalan, membuat kesalahan, melukai hati orang, dilukai orang lain, dihina, dipukul, direndahkan, dicaci maki, mengalami sakit penyakit, dipecat dari kerja, dikucilkan, dimusuhi karena melakukan yang benar, dilukai secara fisik dan kita dapat menambahkan semua pengalaman negatif lain dalam hidup ini namunA�dalam kedaulatan Allah, hasilnya tetaplah positif. A�Jadi jika kita sedang mengalami pengalaman-pengalaman yang kita rasakan negatif atau takut dengan pengalaman-pengalaman negatif yang mungkin kita alami, ayat ini sangat memberikan penghiburan dan kekuatan. Sesungguhnya di tangan Bapa yang mengasihi kita dan berkuasa, tidak ada pengalaman negatif dalam hidup kita. Semua adalah pengalaman positif dalam kasih, kuasa dan kedaulatan-Nya. Ini tentunya membuat kita berani, positif, sukacita, damai, pantang menyerah dalam menghadapi apapun yang Dia ijinkan terjadi dalam hidup kita.

serupa dengan Kristus

2. Kebaikan yang Tuhan maksudkan terjadi melalui semua peristiwa dalam hidup kita baik itu positif maupun negatif adalah agar kita menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya Yesus Kristus. Ini memang rencana Allah yang terbaik dari semula untuk orang-orang pilihan-Nya. Jadi ketika kita mengalami pengalaman-pengalaman negatif dalam hidup kita, kita bisa memandangnya sebagai pengalaman positif yaitu kita belajar untuk menjadi serupa dengan Yesus yaitu dengan berespon sebagaimana Dia bersikap/berespon dalam situasi yang serupa. Bagaimana Dia bersikap/berespon ketika sedang marah, ketika sedang lapar, ketika sedang haus, ketika sedang melayani, ketika sedang menderita, ketika dihina, ketika diludahi, ketika disalah mengerti, dll. Ibrani 4:15 berkata bahwa : a�?Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosaa�?. Kita bisa belajar dari Yesus karena Yesus sudah pernah mengalami pengalaman-pengalaman negatif manusia dan menang. Jadi ketika Anda sedang menderita saat ini, ingatlah bagaimana Yesus menderita dan bersikap dalam penderitaan-Nya. Ketika Anda dihina ingatlah dan belajarlah bagaimana Yesus pernah dihina dan bagaimana Dia bersikap ketika dihina. Jika Anda merasa kesepian ingatlah dan belajarlah bagaimana Yesus pernah ditinggalkan orang-orang terdekat bahkan dikhianati, disangkal orang terdekat dan bagaimana Dia meresponinya. Jika Anda dilukai orang lain, ingatlah dan belajarlah bagaimana Yesus bersikap ketika Dia dilukai. Jadi dengan demikian setiap pengalaman kita baik positif ataupun negatif sesungguhnya adalah pembelajaran bagaimana kita dapat menjadi serupa dengan Yesus. Hal ini tentu saja adalah suatu proses, bukan terjadi dengan sekejap mata. Demikianlah, setiap pengalaman kita adalah pengalaman positif di dalam dan bersama Tuhan.