GKY Sunter
Signifikansi Memberitakan Injil

Signifikansi Memberitakan Injil

GI Emanuel Cahyanto

Kis 13:13-49

1. Sebuah berita akan menjadi signifikasi, jika memberikan banyak pengaruh pada banyak orang.

Signifikansi Injil adalah dibebaskannya manusia dari dosa. Dengan melakukan semua hukum Taurat, tidak akan membuat manusia bebas dari dosa. Tidak ada satupun orang dapat melakukan hukum Taurat dengan sempurna dan konsisten.

Isi berita Inji: genapnya janji-janji Allah. Tidak ada satupun janji Allah yang tidak digenapi. Janji Allah mencakup : janji Allah saat ini dan juga saat kita di surga.

Ketika kita memiliki janji-janji Allah itu akan membuat kita bertahan menghadapi kesulitan di dunia ini, karena kita tahu bahwa semua ini hanya sementara. Akan ada saatnya kita ada di dalam kekekalan dimana tidak ada kesusahan dan air mata.

Contoh janji Allah yang berlaku di dunia ini:

  • Tidak ada satupun yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Roma 8:35
  • Jika kita hidup rukun, berkat Tuhan akan dicurahkan. Mazmur 133

Paulus mengalami perubahan ketika percaya Yesus, yaitu perubahan pola pikir, perilaku, tujuan hidup, dan sebagainya.

Perubahan perilaku harusnya muncul karena hatinya telah dirubahkan. Orang bisa saja perilakunya berubah tanpa berasal dari perubahan hati, tetapi itu tidak akan bertahan lama. Pikirkan ini, jika kita

2. Sebuah berita signifikan tergantung dari siapa yg menyampaikan berita itu.

Di teks yang kita baca, yang berkotbah adalah paulus. Tetapi awal kitab Kis 13, Roh kuduslah yang mengutus Paulus untuk menjadi rasul bagi bangsa-bangsa. Allah yang bekerja memampukan mereka.

Jadi Allah adalah aktor utama dalam penginjilan. Allah yang bekerja melalui kita.

Karunia Rohani Tuhan berikan agar kita melayani.

Tuhan juga berikan kesempatan untuk melayani baik disini, disana, di kota besar, di kota kecil, ada yang dalam keluarg, ada yg sendiri, ada yg memiliki keturunan ada yang tidak. Setiap orang diberikan konteks pelayanan yang berbeda-beda.

Bagaimana Allah yang berbicara?

1. Allah berbicara melalui karunia masing-masing yang Tuhan berikan. Ada yang berkotbah, ada yang berdoa, ada yang melayani, dll.

2. Kita lakukan sesuai dengan konteks sosial yang Tuhan percayakan saat ini. Konteks yang paling dekat adalah keluarga.

Menurut survei, Ibu dan Ayah adalah orang yang paling mempengaruhi kerohanian sang anak, bukan pendeta atau rohaniwan.

Allah yang bekerja dibelakang kita, maka apa yang kita kerjakan tidak akan sia-sia. Bukan tentang siapa yang menabur dan menyiram, tetapi Allah yang memberikan pertumbuhan. Pada saat kita menghadapi kesulitan dan tantangan, tidak akan masalah, karena Allah yang bekerja.

Ada standar kebenaran yang kita munculkan dalam masyarakat. Jangan kita mengikuti arus. Jangan mengkompromikan tetapi kita siap bekerja sama dengan mereka yang tidak seiman.