GKY Sunter

Suara Tuhan yang Memulihkan

Senin, 25 Januari 2016

Bacalah : I Raja-Raja 19:1-8A�A�A�A�A�A�A�

1 A� Ketika Ahab memberitahukan kepada Izebel segala yang dilakukan Elia dan perihal Elia membunuh semua nabi itu dengan pedang,
2 maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: “Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu.”
3 Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.
4 Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.”
5 Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: “Bangunlah, makanlah!”
6 Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.
7 Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: “Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu.”
8 Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

Renungkanlah:

  1. Mengapa nabi Elia menjadi takut, lalu menyelamatkan nyawanya? (ayat 1-3)
  2. Apa yang dikatakan malaikat Tuhan kepada nabi Elia ? (ayat 5,7)
  3. Apa respon dari Elia?(ayat 8)

Elia adalah salah satu nabi yang besar dalam Perjanjian Lama. Banyak pelayanan luar biasa telah dilakukan, termasuk berdoa supaya Tuhan turunkan api dari Surga dan Tuhan menjawab dengan menurunkan api dari Surga. Namun nabi Elia tetap manusia seperti halnya kita. Dalam I Raja-Raja 19 mencatat, Elia ketakutan dan minta mati kepada Tuhan karena nyawanya terancam oleh ratu Izebel. Pada saat Elia sangat lemah dan melarikan diri dari pelayanan bahkan mohon mati dari Tuhan, pada saat itulah Tuhan menyapa Elia, yaitu memberi Elia makan dan minum dan menguatkan kembali fisik Elia. Tuhan menghibur, menyatakan penyertaan-Nya dan memberi amanat lagi kepada Elia untuk teruskan pelayanannya. Tuhan tidak melihat Elia gagal, Tuhan tidak menolak Elia, tetapi Tuhan memulihkannya. Demikian pula dengan kita, di saat kita merasa sangat lemah, bahkan merasa sudah gagal, tenangkan hatimu, pandanglah pada Tuhan, dengarkan suara-Nya dan alami kepedulian-Nya yang memulihkan.

Lakukanlah : A�belajar menenangkan diri di hadapan Tuhan dan nantikanlah Tuhan

Doa: Tuhan saya memerlukan Engkau, di saat saya tak berdaya dan lemah,A� nyatalah suara-Mu,A� pimpinan-MuA� dan pulihkanlah keadaanku . Amin