GKY Sunter

Tanda Rohani: Pelaku Firman.

Rabu, 3 Februari A�2016

Bacalah: A�Yakobus 1:19-25A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�

19 A� Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
23 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.
24 Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.
25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

Renungkanlah:

  1. Dalam hal apa kita harus dengan cepat lakukan dan apa pula yang harus lambat ? (ayat 19)
  2. Apakah yang diajarkan Firman Tuhan dalam ayat 22 ?
  3. Bagaimana hidup orang yang sungguh-sungguh melakukan Firman? (ayat 25)

Kitab Yakobus adalah salah satu kitab dalam Perjanjian Baru yang banyak berbicara tentang iman dan perbuatan. Yakobus mengatakan a�?Iman tanpa Perbuatan adalah matia�?. Demikian juga, seorang KristenA� yang telah banyak memahami Firman Tuhan, tetapi tidak melakukan, maka pada dasarnya iman yang demikian juga mati. Maka dalam Yakobus 1:19-25 khusus ditekankan, setelah mendengar Firman, hendaklah kita menjadi pelaku Firman.A� Ada banyak proses yang harus dilewati oleh seseorang untuk melakukan Firman. Pertama, ia harus mendengar dan memahami Firman.A� Kedua, ia perlu merenungkan Firman itu siang dan malam serta disimpan dalam hati dan pikirannya. Ketiga, menundukkan hatinya ke dalam otoritas Firman, setelah itu ia akan melakukan dan mengalami kuasa Firman.

Lakukanlah: Mari kita belajar taat dan melakukan Firman yang telah kita dengar,A� pahami dan renungkan.

Doa: A�Tuhan, buka mata hati saya untuk memahami Firman-Mu dan berikan ketaatan kepada saya untuk melakukan Firman-Mu, supaya hidup saya dapat menjadi suatu kesaksian nyata bagi Kristus. Amin