GKY Sunter

The Potter’s Hand

By. Pdt. Joni Stephen
Yeremia 18:1-6 (TB)  Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya:

“Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu.”

Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan.

Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.

Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya:

“Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!

Bejana di tangan pejunan

Ringkasan Kotbah

Dalam kitab Yeremia, Allah digambarkan sebagai tukang periuk. Bangsa Israel berada didalam kedaulatan Allah, untuk mengikuti rancangan Allah. Namun Bangsa Israel hidup jauh dari rencana Allah, namun tidak ditinggalkan Allah.

Begitu juga dengan kehidupan kita. Kita bagai buyung atau tempat air di dalam tangan Tuhan. Dalam 2 kor 4 dikatakan bahwa hidup kita bagai bejana tanah liat supaya nyata kekuatan itu berasal dari Allah.

Apakah maknanya kita adalah bejana di tangan Tuhan?

1. Bejana siap dibersihkan, siap dibentuk sedemikian rupa.

2. Kesediaan kita untuk dibentuk.

Sebagai orang Kristen kita tidak luput dari masalah. Namun masalah itu akan membentuk kita sesuai dengan kehendak Allah. Allah turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan. Tujuannya supaya semakin hari kita semakin serupa dengan  Kristus. Di dalam jurang kehidupan kita yang terdalam dan tergelap sekalipun, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita

Sebagai penjunan Allah memiliki keleluasaan untuk membentuk kita didasarkan sifat Allah yang Maha Tahu dan Maha Kuasa. Namun meskipun demikian, Allah juga Allah yang Maha Hadir yang selalu beserta dengan kita.

in the hand of God

Tuhan membentuk kita melalui orang-orang yang disekitar kita. Ketika Tuhan menempatkan disekitar kita orang yg sulit dikasihi, itu adalah kesempatan agar kita belajar mengasihi orang yang sulit dikasihi, seperti Kristus. Itulah karunia mengasihi yang harus kita kembangkan.

Sesuai dengan janji Tuhan, sekalipun hidup kita rusak dan jauh dari Tuhan, tetap Tuhan akan membentuk ulang hidup kita sesuai dengan rencana Allah.